Fachrori Dampingi Presiden Beri Arahan bagi 3.316 Prajurit TNI
Di Posting Oleh : Admin, Tanggal : 16 Desember 2018 , Dilihat Sebanyak : 322 Kali
 /> <div class=

 

Jambi (Humas Pemprov Jambi) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mendampingi Presiden Republik Indonesia, Ir.H.Joko Widodo saat  memberikan arahan kepada prajurit TNI yaitu 3.316 Bintara Pembina Desa TNI AD (Babinsa) di tiga wilayah teritorial di Sumatera, yaitu Kodam I Bukit Barisan, Kodam II Sriwijaya, dan Kodam Iskandar Muda, Minggu (16/12) di Balairung Pinang Masak Universitas Jambi Kampus Mendalo

Hadir pada aara ini Panglima TNI Marsekal  Hadi Tjahjanto, Jenderal Polisi Prof.Drs.H.Muhammad Tito Karnavian, M.A.,Ph.D, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, para pejabat TNI tiga wilayah teritorial, Kapolda Jambi Irjen Pol.Drs.Muchlis A.S.,M.H.

Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo menegaskan pentingnya peranan Babinsa sebagai ujung tombak pengamanan teritorial.
    
Presiden menegaskan bahwa memasuki revolusi industri ke empat, Babinsa memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dimana jika dilihat gambaran kondisi politik dan ekonomi global berubah sangat cepat, dan keterbukaan informasi melalui internet akan memberikan dampak yang bukan saja positif tetapi juga negatif bagi masyarakat.

“Kita melihat perlu disampaikan bahwa gambaran kondisi politik dan ekonomi global berubahnya  sangat cepat, dengan adanya keterbukaan media sosial yang namanya internet ini bisa bermanfaat baik  bisa tidak baik untuk masyarakat, Revolusi Industri keempat memiliki perubahaan yang sangat cepat dibandingkan jilid pertama, perubahan ini harus kita respon dan kita ketahui karena akan mengubah gambaran kondisi ekonomi, politik global, nasional, daerah, dan sampai ke desa akan masuk perubahan. Harus diantisipasi jangan sampai membawa dampak yang tidak baik bagi masyarakat, pasti akan ada intervensi, budaya impor, dan ideologi impor dan tidak bisa kita cegah, bisa diakses  tanpa bisa disaring,” ujar presiden.

Jokowi mengapresiasi kinerja Babinsa yang dinilainya sangat memberikan peran dalam rangka membangun negara Indonesia. “Saya sangat mengapresiasi ketika tadi diputar bagaimana kiprah para Babinsa dalam membangun negara ini, ada yang mengajar masyarakat pedalaman, membangun jembatan, membangun rumah, dan jembatan gantung yang sangat panjang, dan inilah bentuk konkrit yang dilakukan oleh Babinsa. Saya titip pesan untuk mengawal penggunaan Dana Desa yang digelontorkan dari tahun ke tahun semakin besar . Mengapa dana desa ini terus digelontorkan? karena terjadi ketimpangan antara desa dan kota, perputaran uang 50 s.d 65% di Jakarta dan sekitarnya, dengan adanya anggaran desa, maka akan memperbesar perputaran uang di desa, di daerah, di kecamatan. Dan saya titip pembelian untuk kegiatan yang berkaitan dengan Dana Desa beli produknya di desa setempat, contoh jika ingin membangun jalan desa beli batunya di desa, jangan keluar dari dari desa paling jauh di kecamatan,“ jelas Jokowi.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia diberikan anugerah perbedaan yang menjadikan kekuatan bagi bangsa Indonesia. “Indonesia diberikan anugrah yaitu perbedaan, berbeda suku,  agama, di Indonesia terdapat 714 suku, perbedaan ini harus kita sadari, dan harus terus kita sampaikan kepada masyarakat, jangan sampai ada konflik sekecil apapun di desa, harus segera kita padamkan, jangan sampai membesar. Nnegara kita adalah negara besar, dan aset serta kekuatan terbesar kita adalah persatuan, kerukunan, persaudaraan antar suku, agama, jangan beri ruang bagi yang ingin memecah belah, terutama  menjelang tahun politik. Rakyat kita mulai bergesekan, rakyat kita diaduk aduk, inilah tugas kita untuk memberikan pendewasaan, masyarakat kita harus matang dalam berpolitik, mau pilih siapa saja terserah, jangan sampai pada tahun politik ini tersebar berita hoaks (bohong), itu politik yang tidak beretika, itu bukan budaya kita, dan saya yakin Babinsa mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini, Babinsa menjadi ujung tombak paling depan membina territorial,” ungkap Jokowi.

Panglima TNI, Marsekal  Hadi Tjahjanto mengatakan telah hadir di hadapan presiden 3.316 Babinsa dari  Kodam II Sriwijaya, Kodam Iskandar Muda, dan Kodam I Bukit Barisan, Bintara Pembina Pesisir, Bintara Pembina Lanud, serta hadir 259 Perwira di komando wilayah Kodam II Sriwijaya. "Peserta apel ini, memiliki tugas teritorial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat serta memiliki fungsi teriorial dalam rangka membina kesadaran bela negara. Panglima TNI menambahkan, para Babinsa yang hadir telah mengukir prestasi, seperti menemukan formulasi pokok yang bermanfaat bagi petani, berhasil mengumpulkan senjata rakitan tanpa kekerasan, membantu mengajar, mengaji, dan lainnya," tutur Hadi. (Maria/edit: Mustar, foto: Mulyadi, video: Ardi).

GPR WIDGET