Profil
Organisasi
Kebijakan Pembangunan
Keuangan Daerah
Sarana Prasarana
Ragam
PELABUHAN
Pemerintah Daerah sejak tahun 1997/1998 telah membangun Pelabuhan Muara Sabak
dan sampai sekarang masih dikembangkan yang dititik beratkan pada
Pelabuhan Barang dan mengembangkan pelabuhan Kuala Tungkal untuk
pergerakan orang dan jasa. Pelabuhan Muara Sabak diharapkan dapat
menampung kapal dengan kapasitas 15.000 DWT dari sekarang yang hanya
menampung kapal 5.000 dwt.
Ada beberapa alasan Pengembangan Pembangunan Pelabuhan Muara Sabak :
-
Pelabuhan Muara Sabak, Terletak
Sangat Strategis Di Pantai Timur Provinsi Jambi Berhadapan Langsung
Dengan Selat Malaka Dan Segi Tiga Pusat Pertumbuhan ( Singapura,
Malaysia Dan Batam)
Studi Iica Tahun 2000 Pelabuhan
Ma. Sabak Layak Untuk Dikembangkan
Memiliki Hinterland Dengan
Potensi Sda Baik Migas, Pertambangan (Batubara Dan Mineral Lainnya)
Hasil Perkebunan (Cpo Dan Karet), Holtikultura Dataran Tinggi, Yang
Tersebar Di Kabupaten Kerinci, Bungo, Merangin, Sarolangun, Tebo,
Batanghari, Muaro Jambi, Dan Kota Jambi, Sebagian Sumbagsel (Lubuk
Linggau, Muba), Daerah Perbatasan Riau (Rengat), Perbatasan Sumbar
(Dharmasraya)
Dekat Dengan Ambang Luar (12 Mil) Sailing Time 2 Jam Dari Ambang Luar
Pengembangan Pelabuhan Muara
Sabak, Pelabuhan Talang Duku dan Pelabuhan Muara Tembesi yang bekerja
sama dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Pesero) diperkirakan menelan
biaya sekitar 300 milyard
Lahan Yang Tersedia Cukup Luas
(189 Ha) Untuk Pengembangan Pelabuhan, Kedalaman Mencapai 10-15 Meter
Sehingga Bisa Melayani Kapal Besar Dengan Tonase 10.000 Ton.